Bener Meriah -investigatornewa id- Sejumlah warga Kabupaten Bener Meriah menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait kondisi akses Jalan dan Jembatan Tajuk Enang-Enang yang terdampak bencana alam sejak November 2025.
Dalam surat yang ditandatangani perwakilan masyarakat, Drs. Suwandris Zetha, warga menyampaikan bahwa perbaikan akses tersebut saat ini dilakukan secara swadaya melalui gotong royong dan pengumpulan dana masyarakat. Upaya yang telah dilakukan meliputi penimbunan badan jalan, penguatan konstruksi jembatan, serta persiapan pengaspalan guna menjaga konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait dapat memberikan perhatian serta pendampingan teknis agar pekerjaan yang dilakukan warga tetap memenuhi standar keselamatan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, warga juga meminta percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.
Dalam surat tersebut, warga menegaskan bahwa langkah swadaya yang dilakukan bukan bentuk pengambilalihan tugas pemerintah, melainkan wujud kepedulian masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Mereka berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat segera terwujud sehingga akses vital penghubung kawasan Tajuk Enang-Enang dapat kembali berfungsi secara optimal.
“Kami hanya berharap negara hadir bersama rakyat dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” tulis warga dalam surat terbuka tersebut.
Surat itu turut ditembuskan kepada Menteri PUPR, Kepala Staf Kepresidenan, Gubernur Aceh, Ombudsman RI Perwakilan Aceh, serta sejumlah media nasional sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka dan konstitusional.
Masyarakat berharap permohonan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah demi menjamin keselamatan pengguna jalan, kelancaran distribusi hasil pertanian, serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi warga di kawasan pedalaman Kabupaten Bener Meriah.(Anisyah)


