Aceh Tengah- investigatornewa.id- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Tengah, Wahdi, M.S., menegaskan bahwa program BESTI (Bincang Esensi Syariat, Tauhid dan Insan) Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ikhtiar menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan generasi muda melalui ruang-ruang publik, seperti kafe. Hal itu disampaikannya usai launching perdana BESTI NU yang secara resmi dibuka Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di Cafe SEMEA Premium, Takengon, Jumat (17/7/2026).
Menurut Wahdi, pendekatan dakwah perlu menyesuaikan perkembangan zaman agar mampu menjangkau remaja yang selama ini belum aktif mengikuti kegiatan keagamaan di masjid atau meunasah.
“Kami ingin mengajak remaja dan pemuda datang berdiskusi bersama. Jika mereka belum terbiasa hadir di masjid atau meunasah, maka kami yang akan hadir ke tempat mereka berkumpul. Dengan dukungan ulama, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, dan rekan-rekan media, kami optimistis dakwah ini dapat memberikan manfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program BESTI NU direncanakan berlangsung secara rutin setiap Jumat kedua setiap bulan dan tidak hanya dipusatkan di Cafe SEMEA Premium, tetapi juga akan menyasar berbagai kafe lain di Aceh Tengah sebagai ruang dialog keislaman yang terbuka.
Wahdi mengatakan, tujuan utama program tersebut bukan sekadar menghimpun banyak peserta, melainkan membangun kesadaran generasi muda untuk mengenal Allah SWT, memahami tauhid, menjalankan syariat, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Tidak perlu muluk-muluk. Jika setiap kegiatan mampu mengajak satu hingga beberapa anak muda untuk lebih dekat kepada Allah dan menjadi bagian dari dakwah berikutnya, itu sudah menjadi keberhasilan yang patut disyukuri,” katanya.
Kemenag Aceh Tengah juga menyatakan siap bersinergi dengan BESTI NU dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Menurut Wahdi, kafe, warung kopi, hingga ruang publik lainnya dapat menjadi sarana dakwah yang positif selama diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengingatkan pentingnya menempatkan kewajiban beribadah sebagai prioritas di tengah aktivitas sehari-hari. Ia menegaskan bahwa ketika azan berkumandang, seluruh aktivitas semestinya dihentikan untuk menunaikan shalat.
“Kalau sudah terdengar suara azan, mari kita hentikan aktivitas dan tunaikan salat. Jangan sampai kesibukan membuat kita melalaikan kewajiban kepada Allah SWT,” kata Haili Yoga.
Ia berharap program BESTI NU tidak hanya menjadi forum diskusi keagamaan, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Launching BESTI NU turut dihadiri Ketua PCNU Aceh Tengah, Ketua Muslimat NU Aceh Tengah, Ketua MPD Aceh Tengah, Ikatan Keluarga Pelajar Aceh Tengah, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara ulama, pemerintah, dan generasi muda di Aceh Tengah.(***)
