Foto : Deputi Kementerian Perekonomian RI Lepas Pengiriman Komoditi Hasil Pertanian Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk dipasarkan ke pulau Jawa,
Takengon | Investigator. News. I’d – Kementrian Perekonomian Republik Indonesia melalui Deputi dan bidang Koordinasi pengelolaan dan pengembangan usaha BUMN dan Perencanaan Dr. Fery Irawan, SE, M Si melepas pengiriman Hasil Komoditi Pertanian ke pulau Jawa oleh PT. Rumah Tani Nusantara yang bersinergis dengan PT. Pos Indonesia ( Persero) dari sekretariat Kantor Cabang PT. RTN Jln Takengon Isa- Desa Pendere Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.
Acara tersebut disaksikan oleh Direktur Utama RTN bapak Bactiar, Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Ansyari dan Kadis Pertanian, WakilKetua DPRK Hamdan, Kapolres Aceh Tengah yang diwakili oleh Kapolsek Bebesen, Dandim 0106 diwakili oleh Danramil Bebesen, perwakilan PT. Pos Indonesia, pengurus RTN cabang Takengon serta para tamu undangan lainnya, Selasa
( 6/5/2026 )
Direktur PT. Rumah Tani Nusantara cabang Aceh Tengah sekaligus Ketua Rumah Tani Nusantara Helmia dalam dalam laporannya menyebutkan bahwa pengiriman hasil komoditi pertanian kali ini sebanyak 45 ton terdiri dari komoditi kentang dan buah al-pukat sekaligus meresmikan kantor cabang PT. RTN perwakilan Takengon oleh bapak Deputi kemenko dan bapak Direktur Utama PT. RTN.
” Dimana sebelumnya sejak 27 November tahun 2025 lalu, pihak kita juga telah mengirimkan hasil komoditi pertanian dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, dari catatan kami RTN Takengon, sejak November hingga saat ini telah mengirimkan berbagai komoditi hasil pertanian masyarakat seperti Cabe 400 ton, durian 100 ton, kentang 400 ton Ke Rumah Tani Nusantara dijakarta, sekitar 700 ton ke berbagai daerah di Indonesia ” sebut Helmia.
Sementara Deputi & Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN dan Perencanaan Dr. Fery Irawan, SE, M Si dalam sambutannya memberikan apresiasi atas keberhasilan Rumah Tani Nusantara untuk memprakarsai dan membentuk jaringan pemasaran komoditi hasil pertanian, tentu hal ini sangat baik untuk program ketahanan pangan Nasional,
” Apalagi Aceh Khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam keadaan tertimpa bencana Hidrometrologi dimana sangat dirasakan betapa sulitnya ketika itu menerobos pemasaran bagi masyarakat ” terangnya.
Nah dalam keadaan seperti itu, Rumah Tani Nusantara tampil untuk berinisiatif mengumpulkan hasil pertanian untuk dipasarkan ke pulau Jawa, tentu paska bencana untuk kepemulihan rumah Tani Nusantara ini, merupakan salah satu sulosi untuk pemulihan ekonomi rakyat khususnya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,
‘ Tentu, Kemenko telah memiliki program- program untuk upaya pemulihan paska bencana sebagaimana pihak lain seperti BNPB juga akan terus memperbaiki sarana dan prasarana serta Huntara hingga penyediaan Huntap bagi masyarakat yang terdampak” ucap Fery Irawan.
Sedangkan Direktur Utama Rumah Tani Nusantara Bactiar menyebutkan bahwa sejak Rumah Tani Nusantara didirikan di Aceh Tengah telah berhasil dipasarkan hasil Komoditi masyarakat Gayo melalui Rumah Tani Nusantara jakarta dan daerah lainnya sebanyak 1.200 ton, baik cabe maupun kentang,
‘ Malah jenis komoditi kentang Gayo tidak kalah bersaing dengan kentang daerah lainnya seperti dari daerah Daeng, kentang Gayo , sangat rapuh dan gurih hampir sama dengan dari daerah Daeng” Kata Direktur Utama RTN itu.
Bupati Aceh Tengah yang diwakili staf Ahli Ansyari memohon maaf atas ketidak hadiran Bupati Aceh Tengah dalam pelepasan komoditi Hasil Pertanian tersebut, karena ada tugas lainnya yang tidak dapat diwakili, untuk itu, saya mohon maaf, sebutnya.
Ansyari, menggambarkan Aceh Tengah merupakan tanah yang subur dan kehidupan masyarakatnya juga menggantungkan sebahagian besar dari petani, untuk itu kehadiran rumah Tani nusantara sangat membantu dalam rangka percepatan penulihan ekonomi masyarakat, terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Ansyari juga meminta masukan – masukan kepada pengurus Rumah Tani Nusantara, terhadap program apa yang dibutuhkan agar percepatan pemulihan ekonomi ini segera terwujud, Pungkasnya. ***


