Wartawan Senior Jurnalisa Kritik Keras Kinerja Pemkab Aceh Tengah Pasca Bencana: Akses Informasi Tertutup, Harga Sembako Tak Terkendali

Aceh Tengah -investigatornews.id – Penanganan pascabencana alam di Kabupaten Aceh Tengah kembali menuai kritik tajam. Kali ini datang dari wartawan senior Jurnalisa, yang menilai Bupati Aceh Tengah beserta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkesan tidak bekerja maksimal dalam situasi tanggap darurat bencana yang masih berlangsung.

Dalam sebuah forum resmi bersama awak media, Jurnalisa mengungkapkan kekecewaannya terhadap buruknya akses informasi yang diterima pers terkait perkembangan penanganan bencana.

“Sejak bencana melanda, sangat sulit bagi kami mendapatkan data dan informasi yang akurat dari dinas-dinas terkait. Wartawan justru dilempar ke sana ke mari setiap kali menanyakan perkembangan penanganan di lapangan,” tegas Jurnalisa, Jum’at (26/12/2025).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat kerja jurnalistik, tetapi juga merugikan masyarakat yang membutuhkan informasi cepat, jelas, dan terpercaya di tengah situasi krisis.

Lebih jauh, Jurnalisa juga menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Perdagangan Aceh Tengah terhadap maraknya pedagang dadakan yang diduga mempermainkan harga kebutuhan pokok di wilayah Takengon dan sekitarnya. Fenomena tersebut dinilai sangat memberatkan warga yang sedang terdampak bencana dan mengalami penurunan daya beli.

“Pedagang boleh mencari untung, tapi sewajarnya. Sangat kasihan masyarakat yang sedang tertimpa musibah, kehilangan penghasilan, tetapi harus berhadapan dengan harga kebutuhan yang melonjak. Yang punya uang masih bisa membeli, yang tidak punya hanya bisa melihat-lihat. Sampai hari ini tidak terlihat upaya nyata pemerintah daerah untuk menstabilkan harga. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Dinas Perdagangan seharusnya lebih intens turun ke lapangan, melakukan pemantauan rutin, menggelar operasi pasar, serta mengeluarkan imbauan tegas kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah kondisi darurat.

“Apa susahnya membuat imbauan kepada pedagang di Kota Takengon? Sampaikan melalui media agar terpublikasi luas. Ini langkah sederhana, tapi berdampak besar bagi ketenangan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jurnalisa juga mewakili seluruh wartawan Aceh Tengah menyampaikan permohonan kepada Bupati Aceh Tengah agar segera mengaktifkan seluruh dinas secara optimal, serta menunjuk juru bicara resmi pemerintah daerah guna mempermudah akses informasi bagi media.

“Kami memohon kepada Pak Bupati agar memberikan ruang komunikasi yang jelas. Kehadiran juru bicara sangat penting di situasi seperti ini, agar kami sebagai media bisa segera mendapatkan informasi yang valid untuk disampaikan kepada masyarakat Aceh Tengah,” tutupnya.(***)