Bertahan Tanpa Pemerintah Warga Rakit Jembatan dari Batang Kayu di Tengah Bencana

Poto : Masyarakat Rusip Antara Bergotong royong buat jembatan dari batang kayu, tanpa hadir pemerintah.

 

Takengon | Investigatornews.id- Di tengah kondisi bencana yang masih dirasakan masyarakat, warga di sejumlah wilayah terpaksa mengandalkan kemampuan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hingga kini, peran dan kehadiran pemerintah dinilai belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat teterdampak

Kondisi ini memaksa warga bekerja mandiri demi bertahan hidup. Mulai dari mencari bahan makanan secara swadaya, bergotong royong antarwarga, hingga menggunakan sumber daya seadanya untuk memasak dan memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

“Kalau menunggu bantuan, kami bisa kelaparan. Jadi mau tidak mau kami bergerak sendiri,” ujar salah seorang warga yang terdampak bencana.

Bencana yang telah berlangsung beberapa pekan ini tidak hanya melumpuhkan akses jalan dan distribusi logistik, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Harga kebutuhan pokok melonjak, sementara distribusi bantuan belum merata.

Di lapangan, masyarakat menilai kebijakan pemerintah belum menyentuh kebutuhan mendesak warga. Tidak adanya kepastian bantuan membuat masyarakat memilih untuk tidak bergantung dan mengambil langkah mandiri demi keberlangsungan hidup.

Kondisi ini menunjukkan kuatnya daya bertahan masyarakat di tengah keterbatasan, namun sekaligus menjadi catatan serius bagi pemerintah agar segera hadir dengan kebijakan konkret dan tindakan nyata, terutama dalam situasi darurat kemanusiaan.

Masyarakat berharap, pemerintah tidak hanya hadir dalam pernyataan, tetapi juga turun langsung melihat dan merasakan apa yang dialami rakyat di lapangan

Sementara Kadis PUPR Aceh Tengah Pijas Visara, mengakui belum ada alat berat yang dikirimkan kesana, karena jalan dari arah Takengon masih terputus, sedangkan alat berat milik Balai Aceh juga masih bekerja di arah jalan pamar , katanya,

Masyarakar rusip antara melakukan gotong royong bersama membuat jembatan dengan peralatan apa adanya, dari barang kayu yang ada di sekitar daerah tersebut (***)