Aceh Tengah – investigatornews.id-Pemerintah menyalurkan sebanyak 6.720 tabung gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (23/12/2025), sebagai upaya merespons kelangkaan LPG yang telah berlangsung hampir tiga pekan pascabencana alam.
Kuota tersebut dibagi ke 5 kecamatan, dengan jatah 560 tabung per kecamatan. Namun, di lapangan, jumlah warga yang mengantre diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 orang, sehingga menimbulkan antrean panjang di berbagai lokasi distribusi.
Gas elpiji 3 kilogram dijual langsung kepada masyarakat tanpa melalui pangkalan, dengan harga Rp23.000 per tabung, sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) untuk kondisi distribusi khusus.
Sejumlah kecamatan di Aceh Tengah telah menetapkan titik-titik antrean sebagai berikut:
Kecamatan Bebesen:
Pasar Paya Ilang, Terminal Lama, Lapangan Musara Alun, dan Masjid Kubah Bebesen.
Kecamatan Lut Tawar:
Bale Atu, Lapangan Sanggamara, dan Halaman Masjid Taqwa.
Kecamatan Pegasing:
Kantor Camat Pegasing.
Kecamatan Bies:
Kantor Camat Bies.
Kecamatan Kebayakan:
Masjid Al Abrar dan Masjid Pinangan.
Kecamatan Silih Nara:
Kantor Camat Silih Nara.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak pagi hari masyarakat telah memadati lokasi distribusi demi mendapatkan gas subsidi yang selama ini sulit diperoleh. Banyak warga mengaku terpaksa beralih menggunakan kayu bakar akibat kosongnya stok LPG di pasaran.
“Sudah hampir tiga minggu kami susah dapat gas. Hari ini antre panjang, tapi mau tidak mau kami bertahan karena gas sangat dibutuhkan,” ujar salah seorang warga di lokasi antrean.
Meski distribusi ini dinilai membantu meringankan beban masyarakat, warga berharap pemerintah dapat menjamin ketersediaan LPG secara berkelanjutan, serta melakukan pengawasan ketat agar distribusi tepat sasaran dan tidak kembali langka.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyaluran gas elpiji 3 kilogram masih berlangsung di sejumlah titik dengan pengawalan aparat dan petugas terkait guna menjaga ketertiban antrean.(***)
