Harga Kebutuhan Pokok Melambung, Warga Miskin Aceh Tengah Terpinggirkan

Aceh Tengah-investigatornews.id- Aceh Tengah tengah menghadapi situasi ekonomi yang kian memprihatinkan. Lonjakan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya membuat kehidupan masyarakat kecil semakin terhimpit. Di tengah mahalnya harga, hanya warga yang memiliki uang yang mampu bertahan, sementara masyarakat miskin terpaksa menjadi penonton di pasar-pasar tradisional.

Pantauan di sejumlah pasar di Aceh Tengah menunjukkan harga bahan pokok masih bertahan tinggi tanpa kepastian kapan akan turun. Kondisi ini terjadi bukan hanya satu atau dua hari, melainkan sudah berlangsung cukup lama dan terus membebani masyarakat.

“Kalau ada uang, ya beli. Kalau tidak ada, kami cuma bisa melihat. Mau makan apa lagi,” keluh seorang ibu rumah tangga di Takengon, Sabtu (20/12/2025).

Ironisnya, situasi ini terjadi di saat sebagian wilayah Aceh Tengah masih terdampak bencana alam dan terganggunya akses distribusi. Namun hingga kini, belum terlihat langkah nyata dan terukur dari pemerintah daerah untuk melindungi daya beli masyarakat kecil.

Kenaikan harga disebut-sebut dipicu oleh terganggunya pasokan, mahalnya biaya transportasi, serta lemahnya pengawasan distribusi bahan pokok. Akibatnya, harga di tingkat konsumen melonjak, sementara masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain membeli dengan harga mahal atau tidak makan dengan layak.

“Barang dari agen sudah mahal. Ongkos angkut naik, jalan rusak, semua berdampak ke harga,” ujar seorang pedagang pasar.

Kondisi ini dinilai memperlebar jurang ketimpangan sosial. Warga dengan kemampuan ekonomi masih dapat memenuhi kebutuhan, sementara masyarakat berpenghasilan rendah, buruh harian, dan petani kecil kian tersingkir dari akses pangan yang layak.

Sejumlah warga mempertanyakan kehadiran negara di tengah situasi ini. Operasi pasar, pengendalian harga, dan pengawasan distribusi dinilai belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat bawah.

“Kalau begini terus, yang miskin makin tertekan. Pemerintah seharusnya hadir, bukan hanya menonton,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terkait langkah konkret dalam menekan lonjakan harga kebutuhan pokok dan menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat.(***)