Photo : Pemuda Gayo yang dikoordinir oleh Satria Darmawan, saat menyalurkan bantuan di Kampung Gemasih Kecamatan Pintu Rime Gayo, dan melakukan breping dengan para Relawannya. Minggu ( /14/12)
Takengon | Investigator. News – Bencana Hidrometrologi sangat berat dan dahsyat, sebab akibat kejadian tersebut semua deminsi kehidupan masyarakat dan pemerintahan lumpuh total . Hal ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak, sebab bukan saja warga yang langsung terdampak juga dirasakan oleh masyarakat yang menjadi dampak dari banjir bandang dan tanah longsor tersebut.
Menyikapi itulah timbul rasa kepedulian dari generasi Gayo yang tergabung dalam posko Bantuan Pemuda Gayo yang dikoordinir oleh Satria Gayo atau Ketua DPD GMNI Propinsi Aceh.
Koordinator Posko Pemuda Gayo Satria Darmawan saat dijumpai, Kamis (18/12/2025) menyebutkan sasaran bantuan yang kita kumpulkan untuk diberikan kepada masyarakat baik yang terdampak langsung maupun tidak, karena mereka juga manusia memiliki kebutuhan yang sama.
” Jika, masyarakat diberbagai pelosok daerah telah dibantu oleh pemerintah masa darurat melalui droup logistik melalui udara, maka masyarakat yang tidak terdampak perlu juga mendapat perhatian, untuk itu bantuan kita merupakan bantuan kemanusiaan tanpa mengenal apakah orang tersebut penduduk Aceh Tengah atau tidak, itulah yang saya maksudkan tanpa bertanya atau memerlukan administrasi ” terangnya.
Untuk itu, kita berharap kepada para donasi bantuan harus ihklas dan percaya kepada relawan kami yang terjun langsung kelapangan dan ke titik pusat area bencana.
” Dalam perjalanan, ada yang luput dari bantuan sehingga dia ada yang makan singkong, umbi- umbian untuk penyambung karena tidak mendapatkan bantuan, khusus di perkotaan kendatipun mereka tidak langsung terdampak ada warga yang sudah tidak mampu membeli beras atau kebutuhan pokok lainnya ” jelas Ketua GMNI Aceh Itu.
Senada dengan Satria, ucapan coco tidak boleh di anggap enteng, di pemerintahan terbawah yakni diperkampungan ada masih warga sifatnya malu untuk menerima bantuan dari pemerintah, aplagi harus berebut ketika ada logistik yang di droup lewat udara, malu berebut karena disaksikan oleh menantunya, karena bantuan yang tidak diarahkan, untuk didistribusikan ke posko / dapur umum, mereka berebut bantuan jika sudah seperti ini maka yang kuat saja memperoleh bantuan, bagaimana dengan lansia, anak- anak, ibu hamil dan lain sebagainya.
” Banyak warga mengira bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat tanpa ada aparat desa yang menyatakan bantuan tersebut untuk dikumpulkan diposko untuk diperlukan untuk kepentingan bersama, bukan untuk pribadi, toh kalaupun ada masyarakat tidak mau tau dia, yang penting saya dapat, katanya, seperti di tirukannya dari warga yang terdampak diadaerah bencana, oleh karena itu perlu kebijaksanaan yang arif dalam mengelola bantuan ini ” terang Ikoni Rahmat Sipemulo. ( ***)
