Warga Jamat Menangis Minta Diselamatkan: Hari ke-11 Terisolir, Anak-Anak Tidur Dengan Perut Kosong

Aceh Tengah – investigatornews.id- Sebuah unggahan video pendek berdurasi kurang lebih 1 menit 6 detik di akun TikTok @kurdiajaaa mengguncang ruang publik. Dalam video tersebut, seorang warga pemukiman Jamat, Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, menyampaikan jeritan hatinya dengan mata berkaca-kaca. Sudah 11 hari ratusan warga di wilayah itu terisolir total akibat banjir bandang yang melanda pedalaman Gayo.

Dalam video itu, layar penuh memperlihatkan kondisi warga yang masih terjebak tanpa akses logistik. Ratusan jiwa mulai dari anak-anak, ibu rumah tangga, hingga orang tua bertahan dengan perut kosong sembari menunggu kebijakan pemerintah daerah terkait penyaluran sembako dan obat-obatan.

Warga tersebut dalam rekaman TikTok menyampaikan lugas:

“Wilayah Aceh Tengah bagian pedalaman benar-benar terlantar. Pak, kami bangga melihat ratusan pesawat kita terbang gagah mengudara. Tapi kami bertanya, di mana pesawat itu semua? Rakyat tidak butuh palu sidang untuk memutuskan apakah ini bencana nasional atau tidak. Rakyat hanya butuh makan, obat-obatan, dan secercah harapan hidup.”

ia juga menegaskan bahwa masyarakat telah berhari-hari bertahan dengan kondisi memprihatinkan. “Tolong obati dan kenyangkan rakyat, sebagaimana rakyat telah mengenyangkan pihak-pihak yang terhormat. Jangan memoles laporan manis. Di sini rakyat menangis menahan lapar. Anak-anak tidur dengan perut kosong. Orang tua yang lemah hanya bisa berdoa.”

Pernyataan itu menyentil pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat, karena menurut warga bantuan yang ditunggu tak kunjung tiba. “Rakyat tidak minta dimuliakan. Rakyat hanya minta diselamatkan.”

Hingga berita ini diturunkan, akses darat menuju pemukiman Jamat dilaporkan lumpuh total akibat timbunan lumpur, kerusakan badan jalan, dan aliran sungai yang masih meluap. Komunikasi warga pun terbatas, sehingga informasi mengenai kondisi mereka sering terlambat sampai ke publik.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera membuka posko dapur umum, menurunkan bantuan udara bila perlu, serta mempercepat pendataan dan distribusi logistik secara terarah. Situasi darurat ini dinilai harus ditangani cepat untuk mencegah timbulnya korban jiwa akibat kelaparan dan penyakit.

Unggahan tersebut kini viral dan mendapat banyak perhatian publik. Banyak warganet menyampaikan solidaritas dan mendesak pemerintah merespons lebih cepat. Para tokoh masyarakat Gayo juga menyerukan agar aparat dan lembaga terkait turun tangan tanpa menunggu rapat panjang yang memakan waktu

Masyarakat Jamat berharap jeritan hati yang disampaikan melalui media sosial ini dapat menggugah hati para pemangku kebijakan.(***)