Aceh Tengah-investigatornews.id- Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto, menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam menjalankan tugasnya, dengan fokus pada percepatan pemulihan pascabencana, penguatan ketahanan pangan serta menjaga kondusivitas keamanan wilayah.
Hal tersebut disampaikan Letkol Czi Rudy Haryanto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026). Ia menegaskan, Kodim 0106/Aceh Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan bersama.
Menurut Rudy, percepatan pemulihan pascabencana menjadi salah satu perhatian penting. Kodim akan terus membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan kembali sejumlah fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
“Mendorong pemerintah, termasuk membantu pemerintah dalam rangka percepatan pascabencana. Satu jembatan sudah selesai dan insyaallah hari Rabu kita resmikan di Burlah. Yang lainnya juga terus kita percepat,” ujar Rudy.
Beliu mengatakan, Kodim juga memiliki sejumlah program yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, di antaranya pembangunan jembatan, karya bakti serta dukungan terhadap sektor pertanian.
Ke depan, pihaknya berharap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dapat dilaksanakan di Aceh Tengah. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat pembangunan sekaligus pemulihan wilayah pascabencana.
“Harapan kita, tahun depan TMMD dapat dilaksanakan. Itu juga menjadi salah satu langkah dalam percepatan pascabencana dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Rudy juga mendorong agar dukungan pemerintah daerah dapat diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung dan berkelanjutan kepada masyarakat.
“Kalau ada bantuan yang sifatnya rutin, sebaiknya dapat dialihkan untuk program yang langsung menyentuh masyarakat. Kita fokuskan ke TMMD, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dorong Masyarakat Mandiri dan Perkuat Ketahanan Pangan
Selain pemulihan infrastruktur, ketahanan pangan menjadi perhatian berikutnya. Rudy menilai masyarakat terdampak bencana membutuhkan dukungan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat membantu mereka kembali mandiri.
“Kita mendorong masyarakat agar bisa mandiri. Ke depan kita siapkan kolam ikan, ayam petelur serta polibek untuk tanaman sayuran. Harapannya, bukan hanya rumahnya diperbaiki, tetapi mereka juga tidak kesulitan mencari kebutuhan pokok,” jelasnya.
Beliu juga menyoroti kondisi sejumlah lahan persawahan yang hingga kini belum dapat kembali dimanfaatkan pascabencana.
Menurutnya, rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian perlu berjalan beriringan dengan perbaikan sarana pengairan, termasuk saluran irigasi.
“Masih banyak sawah yang belum dapat ditanami. Bagi sawah yang masih bisa ditanami, ada salah satu program TNI yang berhubungan dengan pertanian, terutama dari sisi pengairan dan saluran irigasi,” katanya.
Kodim, lanjut Rudy, akan terus melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat.
“Kita coba cek ke lapangan apa yang dibutuhkan masyarakat, dengan harapan dapat membantu memaksimalkan program yang ada,” ujarnya.
PETI dan Kerusakan Lingkungan Jadi Perhatian
Dalam upaya menjaga wilayah, Rudy juga menyoroti persoalan pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan dampaknya terhadap lingkungan.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena masyarakat telah merasakan dampak kerusakan lingkungan dan bencana yang terjadi sebelumnya.
“Ini juga menjadi konsentrasi kita. Kita sudah mengalami bencana bersama dan merasakan efek negatifnya. Sungai-sungai yang dulunya jernih sekarang ada yang menjadi keruh,” ungkapnya.
Rudy mendorong penanganan persoalan tersebut dilakukan secara bersama-sama melalui sinergi pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan masyarakat.
Beliu juga menyampaikan, apabila potensi emas di Aceh Tengah memang dapat dimanfaatkan, maka pengelolaannya harus dilakukan secara legal dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Kalau memang ada potensi emas, kita bersama-sama nikmati, tetapi semuanya harus legal. Daripada dilakukan secara sembunyi-sembunyi, lebih baik diurus izinnya sesuai mekanisme dan regulasi,” tegasnya.
Menurut Rudy, pengelolaan yang sesuai aturan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah.
“Dengan begitu masyarakat dapat menikmati secara legal, pemerintah daerah juga ada PAD. Potensi Aceh Tengah cukup besar, sayang kalau hanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” katanya.
Perkuat Sinergi dan Jaga Kondusivitas
Sebagai pimpinan baru Kodim 0106/Aceh Tengah, Rudy menekankan pentingnya komunikasi dengan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
Beliu mengatakan, komunikasi akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan maupun dengan mendengar langsung keluhan masyarakat di lapangan.
“Kita secara rutin menjalin komunikasi, baik melalui kegiatan pemerintah daerah maupun mendengar keluhan masyarakat. Dari situ kita bisa mengerti apa yang dapat kita bantu,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.
“Kita terus berkoordinasi. Kita terbuka untuk semuanya dan saling mendukung kegiatan yang dilakukan,” katanya.
Waspadai Kebakaran Lahan Saat Musim Panas
Memasuki musim panas dan kemarau, Rudy juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Beliu menyebut pihaknya telah memonitor adanya sejumlah lahan yang terbakar dan meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
“Kalau mau membuka lahan dan ada keinginan membakar, sebaiknya berkoordinasi. Jangan membakar sendiri karena dikhawatirkan api melebar ke mana-mana. Dalam kondisi cuaca seperti ini, sebaiknya jangan membakar lahan,” pesannya.
Rudy mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
“Kalau melihat ada titik api, segera hubungi stakeholder terkait agar bisa segera ditangani. Kami siap membantu supaya tidak meluas,” katanya.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terpancing Isu
Menutup keterangannya, Dandim 0106/Aceh Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan kondisi keamanan yang selama ini telah terjaga.
Beliu meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu negatif yang berpotensi mengganggu kondusivitas daerah.
“Pesan saya kepada masyarakat, tetap menjaga kondusivitas keamanan wilayah Aceh Tengah. Kondisi yang sudah aman dan nyaman ini jangan mudah terpancing oleh isu-isu negatif,” kata Rudy.
Beliu juga meminta masyarakat bersabar dalam proses pemulihan pascabencana, mengingat luas wilayah dan kondisi geografis Aceh Tengah yang menjadi tantangan tersendiri.
“Memang membutuhkan waktu. Dengan luas wilayah dan medannya yang luar biasa, harapan kami masyarakat dapat bersabar. Kami juga akan membantu dan mendorong agar program pemerintah maupun TNI dapat menjangkau masyarakat,” pungkas Letkol Czi Rudy Haryanto.(***)
