Revitalisasi SMPN 35 Rp 2,4 Milyar Diklim 80 Persen, P2SP Akui Terkendala Semen

Aceh Tengah- investigatornews.id- Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Negeri 35 Takengon menyatakan progres Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai sekitar Rp2,4 miliar telah mencapai sekitar 80 persen. P2SP memastikan pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal kontrak meskipun dihadapkan pada kendala pasokan semen dan tingginya biaya mobilisasi material.

Ketua P2SP SMP Negeri 35 Takengon, Feriyanto, mengatakan hingga akhir Juli 2026 pelaksanaan pembangunan masih berjalan sesuai target. Ia optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Progres pekerjaan revitalisasi sudah mencapai sekitar 80 persen. Insya Allah selesai tepat waktu. Proses belanja dilaksanakan sesuai mekanisme swakelola. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab, sedangkan P2SP sebagai tim membantu kepala sekolah dalam melakukan pembangunan. P2SP langsung membelanjakan barang dan juga mencari serta merekrut tenaga kerja,” kata Feriyanto kepada wartawan melalui WhatsApp, Jumat (31/7/2026).

Menurut Feriyanto, pengadaan material dilakukan melalui survei harga ke sejumlah toko dengan mengutamakan pembelian di toko terdekat. Apabila material tidak tersedia di wilayah setempat, pengadaan dilakukan dari luar daerah.

Ia mengakui pelaksanaan proyek menghadapi sejumlah tantangan, terutama kenaikan harga material bangunan, tingginya biaya mobilisasi akibat akses jalan, serta kelangkaan semen di pasaran lokal.

“Kendala yang dihadapi saat ini tentu kenaikan harga barang dan tingginya biaya mobilisasi karena faktor akses jalan. Hingga sekarang yang menjadi kendala serius adalah tidak tersedianya semen di toko lokal dan harganya sudah di luar jangkauan. Namun demikian pembangunan dipastikan akan selesai tepat waktu dan tepat mutu, Insya Allah,” ujarnya.

Terkait pengawasan mutu pekerjaan, Feriyanto menjelaskan P2SP melibatkan tenaga pengawas teknis yang memiliki latar belakang keilmuan teknik sipil. Seluruh tahapan pekerjaan dikonsultasikan secara berkala agar pelaksanaan tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kita ada pengawas sebagai tim teknis yang memiliki bidang keilmuan teknik sipil. Semua proses pekerjaan dan mutu selalu dikonsultasikan dengan pengawas agar pekerjaan memenuhi standar teknis,” katanya.

Ia juga menegaskan P2SP berkomitmen menjalankan proyek sesuai ketentuan program revitalisasi yang berlaku, termasuk memenuhi aspek transparansi kepada masyarakat.

“Tentu kita berkomitmen pekerjaan selesai tepat waktu dan P2SP menjalankan prosedur yang ditetapkan seperti memasang papan proyek dan papan informasi,” ucapnya.

ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dinilai memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah di daerah.

“Yang pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memperhatikan sekolah di daerah terpencil. Kemudian kami berharap semua pihak mendukung dan saling mengingatkan dalam proses pembangunan agar bantuan pemerintah ini dapat dinikmati oleh anak-anak kita, khususnya di Kampung Tanoh Depet dan Depet Indah, serta bermanfaat bagi dunia pendidikan di Aceh Tengah maupun secara nasional,” ujar Feriyanto.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bantuan pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui mekanisme swakelola, dengan dana disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dibentuk oleh kepala sekolah.

Meski demikian, pelaksanaan program tersebut tetap berada dalam ruang pengawasan pemerintah dan masyarakat. Transparansi pelaksanaan, kesesuaian mekanisme swakelola, kualitas hasil pekerjaan, serta ketepatan waktu penyelesaian menjadi aspek penting yang akan menentukan keberhasilan revitalisasi sekolah dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.(***)