Revitalisasi SMPN 9 Takengon Rp3,495 Miliar Dikejar, Sejumlah Item Krusial Belum Tersentuh, Mampukah Rampung Tepat Waktu?

Aceh Tengah- investigatornews.id- Progres pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 9 Takengon, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, mulai menjadi perhatian. Pasalnya, dengan nilai anggaran mencapai Rp3.495.000.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, waktu penyelesaian proyek kini semakin mendekati batas akhir kontrak.

Berdasarkan informasi pada papan proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan nama pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Negeri 9 Takengon. Pelaksana kegiatan adalah Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan, dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 9 April hingga 5 September 2026.

Program tersebut berada di bawah Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pantauan wartawan di lokasi pada Selasa (28/7/2026) menunjukkan para pekerja masih melakukan sejumlah pekerjaan konstruksi, di antaranya rehabilitasi bangunan, pemasangan rangka atap baja ringan, pemasangan lantai keramik, serta pembangunan tembok beton saluran irigasi.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan utama yang belum tampak dikerjakan, seperti pemasangan atap seng, plafon, pintu, jendela, pengecatan, pembangunan kamar mandi, hingga pekerjaan penyelesaian (finishing). Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan proyek menyelesaikan seluruh item pekerjaan sesuai jadwal kontrak.

Salah seorang pekerja di lokasi mengatakan bahwa seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan.

“Targetnya memang lima bulan sudah harus selesai. Saat ini kami masih menunggu material atap seng yang katanya dipesan dari Kota Medan. Sampai sekarang barangnya belum tiba,” ujar seorang pekerja yang ditemui di lokasi.

Keterlambatan pasokan material merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi percepatan pekerjaan apabila tidak segera diantisipasi. Di sisi lain, proyek revitalisasi sekolah merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga pelaksanaannya diharapkan selesai tepat waktu tanpa mengurangi mutu pekerjaan.

Dengan sisa waktu kontrak yang terus berjalan, publik tentu berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat dipercepat sesuai spesifikasi teknis, sehingga siswa dapat memanfaatkan fasilitas yang telah direvitalisasi secara aman dan nyaman.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi pihak Kepala SMP Negeri 9 Takengon maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah guna memperoleh penjelasan mengenai progres fisik, kendala di lapangan, serta strategi percepatan penyelesaian pekerjaan.(***)