Bener Meriah-investigatornews.id- Semangat gotong royong kembali menguat di tengah proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah pada November 2025. Relawan Pemuda 4 Kampung Arul Kumer (Rempak Arul Kumer) bersama masyarakat turun langsung melakukan aksi sosial membantu perbaikan dan normalisasi akses jalan menuju kawasan wisata Tajuk Enang-Enang.
Kegiatan yang berlangsung secara swadaya tersebut menjadi wujud kepedulian para pemuda terhadap kondisi infrastruktur yang hingga kini masih terdampak bencana. Selama lebih dari tujuh bulan, akses menuju Tajuk Enang-Enang belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat kerusakan jalan yang cukup parah.
Akibat kondisi tersebut, mobilitas masyarakat terganggu, sementara aktivitas ekonomi, sektor pertanian, dan potensi pariwisata yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan Tanah Gayo ikut mengalami penurunan. Melihat kondisi itu, para relawan bersama warga berinisiatif melakukan normalisasi jalan agar akses menuju kawasan tersebut kembali dapat dilalui.
Aksi kemanusiaan ini diprakarsai oleh tokoh masyarakat, Syahrial Abadi, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang menjadi kebutuhan bersama.
Dengan membawa peralatan seadanya, para relawan dan masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor, meratakan badan jalan, serta memperbaiki sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung mencerminkan kuatnya nilai solidaritas dan budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat Gayo.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap daerah sendiri. Kami berharap akses menuju Tajuk Enang-Enang segera kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar dan sektor pariwisata kembali bergeliat,” ujar salah seorang relawan di sela-sela kegiatan.
Tajuk Enang-Enang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan panorama pegunungan khas Tanah Gayo. Keberadaannya menjadi salah satu daya tarik wisata yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar apabila didukung dengan akses jalan yang memadai.
Masyarakat berharap upaya swadaya yang dilakukan para relawan dapat menjadi perhatian seluruh pihak, sehingga proses rehabilitasi infrastruktur di kawasan tersebut dapat terus berlanjut melalui dukungan pemerintah maupun berbagai elemen lainnya.
Aksi Rempak Arul Kumer menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mampu menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana. Kolaborasi antara pemuda, masyarakat, dan tokoh lokal diharapkan dapat menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan sosial serupa demi membangun kembali kawasan yang terdampak bencana.(***)
