Aceh Tengah – investigatornews.id- Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Tengah menggelar rapat kerja intensif guna mengevaluasi penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah beberapa waktu lalu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Wahyuddin, di Ruang Sidang DPRK Aceh Tengah, Kamis (30/4/2026).
Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua Pansus Khairul Ahadian, ST, bersama anggota lainnya yakni Ir. H. Amiruddin, Agustina, Hanafiah, SP, Ikhsanuddin, Yuska Mashudi, A.Md, Jihar Firdaus, ST, dan Seven Cebro Kobat, ST.
Rapat kerja ini juga dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Bappeda, serta Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota (BPKK).
Dalam rapat tersebut, Pansus melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah penanganan darurat yang telah dilakukan pemerintah daerah sejak awal bencana terjadi hingga kondisi terkini di lapangan. Pembahasan difokuskan pada efektivitas distribusi bantuan, koordinasi lintas instansi, serta percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Ketua Pansus Wahyuddin menegaskan bahwa rapat ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRK agar proses penanganan bencana berjalan maksimal, transparan, dan tepat sasaran.
Selain itu, agenda pembahasan selanjutnya akan mencakup pendataan korban, verifikasi kerusakan rumah warga, lahan pertanian terdampak, serta rencana relokasi bagi masyarakat di kawasan rawan bencana.
Pansus juga membahas rencana penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang bagi warga terdampak.
DPRK Aceh Tengah memastikan seluruh rekomendasi rapat akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah agar penanganan pascabencana berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat. (***)


