Foto : Beginilah Penampakan Pembangunan Proyek PLTA Peusangan 4 di wilayah Cekal Bener Meriah ( Dok Humas PT. Ingako Energy)
Redelong | Investigator. News. co. Id – Kabupaten Bener Meriah merupakan daerah yang dimekarkan dari Aceh Tengah, pada tahun 2004 silam, Sudah banyak perubahan yang terjadi sejak seiring kepemimpinan terus berganti, hingga kini pemerintah berupaya untuk terus mensejahterakan rakyatnya.
Salah satu hal yang mendapat sorotan publik saat ini, adalah pembangunan proyek PLTA Peusangan 4 yang direncanakan berlokasi di Wilayah Kampung Cekal Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah.
Program ini telah cukup lama di gelontorkan dan di wacanakan namun berganti pimpinan programpun silih berganti sesuai dengan visi dan misi Bupati.
Seperti kita ketahui bahwa salah satu program yang mendapat perhatian dari pusat adalah pemasukan potensi energi kelistrikan, mulai dari gheoternal hingga ke PLTMH. Berbagai potensi bumi itu terus dikerahkan namun satupun belum hingga saat ini belum memperoleh hasil yang memuaskan.
Apakah pembangunan yang digagas oleh pemerintah pusat dan daerah ini, akan menjadi rongsokan jawabannya tergantung kepada keseriusan pemerintah daerah bersama koleganya, apakah proyek pembangunan PLTA Peusangan 4 ini, akan bernasip sama dengan Proyek PLTA Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah?, tentu hal ini tidak diinginkan oleh rakyat Bener Meriah untuk itu, semua element harus bersatu untuk saling mendukung demi terwujudnya kemakmuran rakyat yang prima dan berkeadilan.
Rakyat Harus Saling Medukung
Kepentingan Rakyat Bener Meriah adalah kepentingan bersama harus diusahakan secara kolektif dan kolegial, tentu tergantung kepada moralitas pemimpinnya yang dipilih secara bersama oleh masyarakat Bener Meriah.
Bagi seorang pemimpin yang dilahirkan dari rahim rakyat, setidaknya menjungjung tinggi moralitas dan beretika serta bijaksana, hal ini lahir yang dibutuhkan rakyat sehingga apapun langkah yang akan diambil duduk bersama, musyawarah dan mupakat adalah kedaulatan yang tidak bisa kita napikan, bukan kebutuhan atau keinginan sesaat.
Artinya program yang dicanangkan butuh tindak lanjut serta berkelanjutan, karena masa depan suatu bangsa harus dipikirkan sekarang, bagaimana kehidupan generasi berikutnya.
Baru saja daerah kita diterpa Bencana Hidrometrologi, tentu hal ini juga dipikirkan dan harus diperhatikan, keseimbangan alam, lingkungan harus tetap kita jaga bersama, dengan melakukan program nyata, upaya reboisasi dan lain sebagainya, gerakan menanam pohon harus menjadi program prioritas lainnya disamping menyelamatkan yang ada.
Perlu ditindak lanjut
Daerah perlu bersinergi dengan rakyatnya, utamanya bila hal yang di programkan memiliki kendala, minimal harus ada plening anternatif.
Untuk ini, perlu kebersamaan antara pihak eksekutif dan legislatif serta dukungan dari berbagai elemen rakyat, yang intinya komunikasi dengan baik, bijak penuh dengan hati yang dingin, semua dibuka harus memiliki solusi, santun dan terarah. ( ***)


