Viral Dugaan Joget di Ruang Operasi RSUD Datu Beru, GMNI Soroti Etika dan Keselamatan Pasien

Aceh Tengah- investigatornews.id- Dugaan pelanggaran etika profesi tenaga kesehatan kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah oknum nakes berjoget di dalam ruang operasi. Video tersebut diunggah melalui akun TikTok @ibs.datu.beru dan disebut-sebut terjadi di lingkungan RSUD Datu Beru, Aceh Tengah.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan waktu kejadian maupun kronologi lengkap dalam video tersebut. Namun, beredarnya konten tersebut telah memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk organisasi kepemudaan.

Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah, Rahmat Roza, menyampaikan kecaman terhadap dugaan tindakan yang dinilai tidak mencerminkan profesionalitas tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa ruang operasi merupakan area steril dengan standar prosedur yang ketat serta berhubungan langsung dengan keselamatan pasien.

“Jika benar video tersebut terjadi di ruang operasi saat aktivitas medis berlangsung, maka ini patut disayangkan dan harus menjadi perhatian serius. Ruang operasi bukan tempat hiburan, melainkan ruang yang menuntut fokus, disiplin, dan tanggung jawab tinggi,” ujar Rahmat dalam keterangannya kepada media.

Rahmat juga mendorong pihak manajemen rumah sakit dan instansi terkait untuk segera melakukan klarifikasi serta penelusuran internal guna memastikan fakta yang sebenarnya. Ia menilai, transparansi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.

Lebih lanjut, GMNI Aceh Tengah meminta agar setiap dugaan pelanggaran ditangani secara objektif dan sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk kode etik profesi medis dan standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit. Jika terbukti terjadi pelanggaran, maka langkah pembinaan hingga sanksi administratif perlu dipertimbangkan sesuai ketentuan.

Selain itu, peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan terkait pengawasan internal, khususnya terkait penggunaan perangkat pribadi di area steril seperti ruang operasi. Dalam standar pelayanan kesehatan, pembatasan penggunaan alat komunikasi di ruang tindakan medis umumnya diterapkan guna menjaga sterilisasi serta konsentrasi tenaga medis.

Pihak RSUD Datu Beru hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait video yang beredar. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan Aceh Tengah untuk memperoleh informasi yang berimbang.

Sebagai informasi, dalam praktik pelayanan kesehatan, prinsip keselamatan pasien (patient safety) menjadi prioritas utama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh tenaga medis. Setiap tindakan yang berpotensi mengganggu fokus kerja di ruang operasi berisiko menimbulkan dampak serius.

Oleh karena itu, publik berharap agar kasus ini dapat ditangani secara profesional, transparan, dan proporsional, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. Evaluasi menyeluruh dinilai penting guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang serta menjaga integritas pelayanan kesehatan di Aceh Tengah.(***)