Aceh Tengah -investigatornews.id-Hingga memasuki Februari 2026, jembatan penghubung utama di Kampung Gelampang Gading, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan belum mendapatkan penanganan pascabencana yang terjadi pada November 2025 lalu. Kondisi tersebut memaksa masyarakat bersama aparat TNI melakukan perbaikan secara swadaya demi menjaga akses transportasi warga tetap berjalan.
Reje Kampung Gelampang Gading, Marwan, menyampaikan bahwa sejak jembatan rusak akibat bencana, hingga kini belum ada pekerjaan perbaikan permanen dari pihak terkait.
“Sejak bencana bulan November tahun lalu sampai sekarang Februari 2026 belum ada penanganan dari BPBD maupun pemerintah daerah Aceh Tengah. Karena akses sangat dibutuhkan, warga bersama TNI bergotong royong memperbaiki jembatan secara darurat,” ujar Marwan, Kamis (19/02/2026).
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung masyarakat menuju pusat Kecamatan Linge. Kerusakan parah yang sempat memutus akses membuat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu selama beberapa waktu.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat bersama personel TNI berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan material seadanya. Saat ini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat ringan, namun belum mampu menahan beban kendaraan berat seperti mobil dam truk bermuatan.
Marwan menjelaskan, semangat gotong royong masyarakat muncul karena kebutuhan mendesak, terutama untuk mendukung aktivitas pertanian warga yang menjadi sumber utama penghasilan masyarakat setempat.
“Kalau kendaraan besar tidak bisa lewat, hasil panen masyarakat sulit dibawa keluar untuk dijual. Karena itu warga berharap ada penanganan permanen dari pemerintah agar akses ekonomi tidak terhambat,” katanya.
Warga menilai pembangunan jembatan darurat merupakan solusi sementara sambil menunggu langkah penanganan dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, masyarakat masih berharap adanya perhatian dan percepatan pembangunan infrastruktur yang lebih layak dan aman digunakan dalam jangka panjang.(***)
