Bener Meriah – investigatornews.id-Tim Pengabdian Mahasiswa Berdampak UKM BSPD Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Gampong Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan melibatkan 50 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan USK.
Kegiatan PKM tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Lampahan Timur pada akhir Desember 2025, sekaligus memperkuat ketangguhan desa dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian, seluruh anggota tim mendapatkan pengarahan dan pembekalan dari Ketua Tim Pengabdi sekaligus Dosen Pembimbing, Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng. Dalam arahannya, Freddy menekankan pentingnya pelaksanaan program yang terukur, partisipatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Gampong Lampahan Timur, khususnya dalam pemulihan dampak bencana serta meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan,” ujar Freddy.
Kegiatan pengarahan dan pelepasan tim mahasiswa tersebut turut dihadiri oleh anggota tim pengabdi lainnya, yakni Irwandi, S.Si., M.Si., Ph.D dan Dr. Ir. Marwan, S.Si., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., yang memberikan dukungan akademik serta teknis terhadap pelaksanaan program PKM.
Sosialisasi Program di Desa Terdampak
Rangkaian kegiatan di lapangan diawali dengan sosialisasi program yang dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Gampong Lampahan Timur. Kegiatan ini menjadi tahapan awal pelaksanaan program pemulihan pascabencana hidrometeorologi.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perangkat desa, di antaranya Reje Kampung Lampahan Timur Fadli, Sekretaris Desa Muhammad Iqbal, Kepala Dusun Andi, serta sejumlah masyarakat setempat. Meski kondisi Meunasah Al Aqsa masih memperlihatkan kerusakan fisik akibat bencana, partisipasi dan antusiasme masyarakat menunjukkan semangat kuat untuk bangkit dan membangun kembali.
Ketua Tim Mahasiswa, Rafi Gustian Ridho Hidayat, memaparkan sejumlah program utama yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
“Kami akan melaksanakan beberapa program yang relevan dalam mendukung pemulihan dampak bencana di Gampong Lampahan Timur. Dalam setiap kegiatan, kami sangat mengharapkan keterlibatan aktif masyarakat agar tercipta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat,” jelas Rafi.
Adapun program yang direncanakan meliputi:
Pemetaan geospasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta rawan bencana, peta tutupan lahan, jalur evakuasi, dan peta administrasi desa.
Pemetaan sumber air bersih untuk mengidentifikasi akuifer bawah permukaan sebagai informasi potensi sumber air bersih.
Pengembangan sumber air bersih berbasis energi surya dan Internet of Things (IoT).
Edukasi kebencanaan, termasuk mitigasi bencana serta penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pendampingan pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (POKDARNA) dan dorongan penyusunan qanun gampong tentang mitigasi bencana.
Pemerintah Desa Dukung Penuh
Reje Kampung Lampahan Timur, Fadli, menyambut positif kehadiran tim mahasiswa USK dan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program yang akan dijalankan.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM Mahasiswa Berdampak yang bersedia mengabdi di desa kami yang terdampak bencana. Program-program yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Gampong Lampahan Timur menunjuk Sekretaris Desa dan Kepala Dusun sebagai koordinator lapangan serta membuka komunikasi aktif guna mendukung kelancaran pelaksanaan program.
Sinergi Lintas Instansi dan Strategi Build Back Better
Selain kegiatan di tingkat gampong, PKM Mahasiswa Berdampak UKM BSPD USK juga akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah serta lembaga lain, termasuk Pusat Riset STEM USK.
Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan strategi Build Back Better, khususnya dalam transformasi digital untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Siklon Tropis Sinyar, yang sebelumnya dilaporkan merusak sejumlah fasilitas pendidikan.
Rencananya, akan dilakukan diskusi lintas instansi dengan tema Strategi Build Back Better dan Transformasi Pendidikan Digital dalam Rehabilitasi-Rekonstruksi Pascabencana Siklon Tropis Sinyar. Hasil diskusi diharapkan dapat melahirkan rekomendasi pembangunan kembali fasilitas pendidikan, khususnya terkait optimalisasi peralatan laboratorium, serta terintegrasi dengan upaya peningkatan ketangguhan bencana di wilayah terdampak.(Ril)
