Aceh Tengah-investigatornews.id- Polemik pernyataan Wakil Bupati Aceh Tengah yang dinilai melecehkan insan pers lokal terus menuai reaksi keras. Meski Wakil Bupati disebut telah memerintahkan Bagian Humas dan Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim) untuk menyusun klarifikasi, langkah tersebut dinilai tidak cukup dan tidak menyentuh substansi persoalan.
Insan pers Aceh Tengah secara tegas menyatakan menolak permintaan maaf atau klarifikasi yang disampaikan melalui pejabat humas, dan menuntut pertanggungjawaban langsung dari Wakil Bupati Aceh Tengah atas ucapannya yang dianggap melukai marwah wartawan lokal, khususnya insan pers Gayo.
Hal itu disampaikan oleh Yusra Efendi, jurnalis Aceh Tengah yang selama ini aktif meliput isu kebencanaan dan sosial. Menurutnya, sebagai pejabat publik, Wakil Bupati harus berani bertanggung jawab secara pribadi atas setiap pernyataan yang dilontarkan di ruang publik.
“Sebagai manusia dan sebagai pejabat, dia harus berani bertanggung jawab atas apa yang diucapkan. Pernyataan itu telah melukai hati dan perasaan insan pers di Takengon, dan harus disampaikan permintaan maaf secara terbuka, bukan diwakilkan,” ujar Yusra Efendi kepada wartawan, Selasa (20/01/2026).
Yusra menjelaskan, alasan persoalan ini baru disuarakan ke publik bukan karena ingin mencari sensasi, melainkan karena sebelumnya insan pers lebih memprioritaskan tugas kemanusiaan pascabencana alam yang melanda Aceh Tengah dan wilayah sekitarnya.
“Hampir dua bulan lalu, fokus kami adalah korban bencana. Wartawan bekerja siang dan malam demi kepentingan kemanusiaan. Alhamdulillah, kondisi mulai tertangani. Sekarang ini saatnya kami meminta pertanggungjawaban atas narasi yang telah dilepaskan dan melukai kami,” tegasnya.
Ia juga menilai selama ini insan pers Aceh Tengah telah bersikap cukup sabar dan menahan diri, meskipun hubungan pemerintah daerah dengan media lokal dinilai cenderung kurang harmonis.
“Kami ini sebenarnya dingin. Pemerintah terlihat cenderung cuek terhadap media lokal. Tapi ini sudah menjadi puncak dari akumulasi yang terjadi. Kami berharap segera ada permintaan maaf. Jika tidak, kami siap menggelar aksi di depan Kantor Bupati Aceh Tengah,” lanjut Yusra.
Lebih lanjut, Yusra Efendi secara khusus meminta Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, untuk turun tangan langsung menyikapi persoalan tersebut. Ia menilai, sebagai pimpinan daerah, Bupati memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga hubungan baik dengan insan pers.
“Kami meminta Bupati Haili Yoga segera memanggil Wakil Bupati dan memberikan nasihat, serta mendorong adanya permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers dan masyarakat umum,” tutup Yusra Efendi.(***)
