Bencana Hidrometeorologi Aceh Tengah: menuju Kepemulihan, Akses Jalan Mulai Terbuka dan Distribusi Logistik Jalur Udara Diintensifkan

Foto : Seorang Personil dari TNI sedang Mengecat Jembatan Bely yang sudah siap di pakai oleh masyarakat.

​TAKENGON | Investigator. news. I’d – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Senin (19/01/2026), dilaporkan adanya progres signifikan terkait pembukaan akses jalan, pemulihan jaringan listrik, serta optimalisasi pendistribusian bantuan logistik ke wilayah terisolir.

​1. Pemulihan Akses Transportasi
​Berdasarkan data terbaru, beberapa kampung yang sebelumnya terisolir total kini mulai dapat diakses kembali:
Kecamatan Ketol: Kampung Serempah kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
​Kecamatan Silih Nara: Kampung Bius Utama (Dusun Gantung Langit) sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
​Kecamatan Rusip Antara: Empat kampung yakni Pilar Wih Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik kini telah terbuka untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
​Kecamatan Linge: Meski akses roda dua mulai terbuka di seluruh kampung terdampak, akses roda empat masih terhambat di 5 kampung (Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung).
Secara akumulatif, jumlah warga yang masih terisolir menurun menjadi 6.562 jiwa yang tersebar di 15 kampung.
2. Distribusi Logistik Jalur Udara (Senin, 19 Januari 2026)

​Untuk menjangkau wilayah yang belum bisa dilalui jalur darat, BNPB mengerahkan tiga unit helikopter guna mendistribusikan bantuan logistik dengan total kapasitas angkut mencapai 2.800 KG hari ini:
​Helikopter BNPB EC155-B1 (PK-VPD): Mengirimkan 1.500 KG logistik ke Kampung Penarun, Kampung Jamat (Kec. Linge), dan Bintang Pepara (Kec. Ketol).
​Helikopter BNPB Bell 407 (PK-ZGL): Mengirimkan 600 KG logistik ke Kampung Bergang dan Serempah (Kec. Ketol).
​Helikopter BNPB Bell 505 (PK-ELS): Mengirimkan 900 KG logistik ke Kampung Burlah (Kec. Ketol), Bius Utama (Kec. Silih Nara), dan Kampung Umang (Kec. Linge).
​3. Pemulihan Jaringan Listrik
Hingga saat ini, dari total 295 kampung di Aceh Tengah, sebanyak 261 kampung telah kembali menyala (normal), sementara 34 kampung lainnya masih dalam proses perbaikan oleh PLN. Beberapa titik terbaru yang berhasil dipulihkan listriknya antara lain:
​Kec. Linge: Kampung Gewat dan Kampung Owaq.
​Kec. Rusip Antara: Kampung Pantan Bener dan Kampung Atu Singkih. Kec. Ketol: Kampung Bah.
Untuk wilayah yang masih padam, Kementerian ESDM telah menyiagakan bantuan Genset sebagai solusi darurat.

​Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, selaku Juru Bicara Pemerintah Daerah, memberikan penjelasan terkait perkembangan kondisi di lapangan.
​”Berkat kerja keras tim gabungan di lapangan, titik-titik isolasi mulai terbuka. Fokus utama kita hari ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah yang belum bisa dijangkau kendaraan roda empat tetap terpenuhi melalui jembatan udara (helikopter)”.
​”Kami mencatat penurunan jumlah warga terisolir ke angka 6.562 jiwa. Ini adalah progres positif, namun tetap waspada. Untuk sektor kelistrikan, tim PLN terus bekerja di medan yang cukup berat, terutama di wilayah Ketol dan Rusip Antara yang masih memiliki titik padam terbanyak. Kami memohon doa dan kesabaran masyarakat agar seluruh akses dan fasilitas umum dapat kembali normal 100% dalam waktu dekat..(**)