Aceh Tengah – investigatornews.id – Pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada akhir November 2025 lalu, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Tengah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak dengan menyalurkan bantuan paket sembako dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.
Bantuan tersebut disalurkan kepada lima orang imam Masjid Babussalam yang berada di Desa Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu (18/1/2026). Para imam dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketenangan spiritual, stabilitas sosial, serta memperkuat solidaritas masyarakat pasca bencana.
Ketua SMSI Aceh Tengah, Jurnalisa, mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran nyata organisasi media di tengah masyarakat yang masih berjuang memulihkan kondisi sosial dan ekonomi akibat bencana alam.
“Banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah dan harta benda warga, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Para imam masjid memiliki peran penting dalam menguatkan mental dan spiritual warga. Melalui bantuan sembako dari BNPB Pusat ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujar Jurnalisa.
Ia menegaskan, SMSI tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir langsung membantu masyarakat, terutama di masa-masa sulit pascabencana.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan empati SMSI Aceh Tengah. Media harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penyampai berita,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang imam Masjid Babussalam, Ihsan Ara Juli, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada SMSI Aceh Tengah dan BNPB Pusat atas bantuan yang diberikan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada SMSI Aceh Tengah dan BNPB Pusat yang telah peduli dan hadir membantu kami pasca bencana. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkap Ihsan.
Penyaluran bantuan berlangsung secara sederhana namun penuh makna, mencerminkan semangat solidaritas, gotong royong, dan kepedulian kemanusiaan dalam upaya pemulihan masyarakat Aceh Tengah pascabencana alam.(***)
