Sampah Menumpuk di TPS Paya Ilang, Warga Takengon Keluhkan Bau Menyengat

Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sementara (TPS) Paya Ilang, Desa Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, (Foto Investigator/Charim)
Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sementara (TPS) Paya Ilang, Desa Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, (Foto Investigator/Charim)

Takengon – Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sementara (TPS) Paya Ilang, Desa Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini belum juga tertangani. Sampah yang seharusnya hanya menjadi tempat transit sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tersebut dilaporkan telah menumpuk selama berbulan-bulan.

Seorang warga setempat menyebutkan, kondisi tersebut sudah jauh dari fungsi awal TPS. “Seharusnya lokasi ini hanya sebagai tempat sementara sebelum sampah dibawa ke TPA. Namun kenyataannya, sampah justru menumpuk berbulan-bulan di sini,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, tumpukan sampah itu menimbulkan bau menyengat, terutama saat cuaca panas melanda Takengon. Bau tidak sedap tersebut dirasakan semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Selain bau menyengat, keberadaan lalat dalam jumlah besar juga menjadi keluhan utama warga. Lalat dilaporkan menyebar hingga ke sejumlah fasilitas di sekitar TPS, seperti Rutan Kelas IIB Takengon, Badan Pengelola Keuangan, sekolah, serta sejumlah tempat usaha milik masyarakat.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang menilai buruknya pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menimbulkan ketidaknyamanan dan berpotensi memicu gangguan kesehatan.

“Sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan penyakit dan sangat meresahkan warga,” katanya.

Warga juga menyinggung persoalan penanganan sampah yang sebelumnya menjadi bagian dari visi dan misi serta janji politik Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga–Muchsin Hasan, saat kampanye Pilkada 2024 lalu.

Tak hanya warga, pegawai yang berkantor di sekitar lokasi TPS turut mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menyebut bau busuk dari tumpukan sampah sudah sangat mengganggu aktivitas kerja sehari-hari. “Baunya sudah cukup parah. Kami terpaksa memakai masker di kantor, itu pun baunya masih terasa,” ujar salah seorang pegawai.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan potensi penyebaran penyakit akibat lalat yang semakin banyak di sekitar lokasi TPS.

Masyarakat dan para pegawai berharap dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tumpukan sampah dan bau menyengat tersebut, demi menjaga kesehatan serta kenyamanan warga di sekitar TPS Paya Ilang.