Terisolir Pascabencana, Warga Kampung Tirmiara Bertahan Tanpa Listrik, Akses Jalan Hancur, 46 Rumah Terdampak

Poto : Gambaran Kampung Tirmiara Kecamatan Rusip Antara, hingga saat ini masih seperti sedia kala, masyarakat bergotong royong dengan cara manual,

Aceh Tengah – investigatornews.id-Kampung Tirmiara, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini masih berada dalam kondisi terisolir pasca diterjang bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Meski satu bulan telah berlalu sejak kejadian, pemulihan infrastruktur dan pelayanan dasar masih sangat terbatas.

Reje Kampung Tirmiara, Mulyono, mengungkapkan bahwa pada hari-hari pertama pasca bencana, warga mengalami krisis pasokan sembako. Untuk mendapatkan bantuan, warga harus menelusuri jalan pegunungan bertebing selama satu hari penuh dengan berjalan kaki.

“Saat bencana terjadi, warga sangat kekurangan bahan pokok. Satu-satunya akses harus berjalan kaki menembus jalan gunung bertebing selama satu hari,” ujar Mulyono, Rabu (14/01/2026).

Bencana tersebut menghancurkan berbagai fasilitas umum, di antaranya kantor desa, gedung penyimpanan aset desa, MCK Menasah Al-Barokah, serta sejumlah rumah warga. Tercatat 46 rumah terendam lumpur, bahkan sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni.

Selain itu, listrik dan jaringan komunikasi hingga kini masih padam. Untuk memenuhi kebutuhan energi, warga hanya mengandalkan delapan unit genset bantuan dari Kementerian ESDM.

“Bak penampungan air bersih hancur total, dan akses jalan desa terdapat delapan titik yang rusak parah. Belum ada satu pun alat berat yang masuk ke kampung kami sampai hari ini,” tambah Mulyono.

Meski akses menuju ibu kota kabupaten sudah dapat dilalui sejak satu bulan pasca bencana, kondisi di dalam desa masih memprihatinkan. Warga terpaksa melakukan pembersihan lumpur dan perbaikan jalan secara manual agar akses antar desa tetap bisa digunakan.

“Kami bergotong royong membersihkan saluran dan jalan yang tertimbun lumpur supaya aktivitas warga tidak sepenuhnya lumpuh,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Reje Tirmiara menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar penanganan pasca bencana dapat segera dipercepat.

“Kami berharap akses jalan segera diperbaiki, listrik kembali menyala, sarana dan fasilitas desa dipulihkan, serta kami sangat membutuhkan layanan internet Starlink untuk membantu komunikasi warga yang saat ini terputus,” tutup Mulyono.

Hingga berita ini diterbitkan, warga Kampung Tirmiara masih berjuang bertahan dalam keterbatasan sambil menunggu kehadiran bantuan dan penanganan yang lebih serius dari pihak terkait.(***)