Edi Zulkifli Kerahkan Dua Alat Berat Bantu Pemulihan Akses Jalan Pasca Bencana di Bener Meriah

Bener Meriah- investigatornews.id- Anggota DPRK Bener Meriah dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), Edi Zulkifli, menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana dengan mengerahkan dua unit alat berat jenis beco, satu unit mobil trado, serta dukungan logistik dalam upaya pemulihan akses jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Sejak 27 November 2025, satu unit alat berat dikerahkan ke wilayah Pante Raya kecamatan wih pesam, Karang Jadi 77, Lampahan kecamatan timang gajah, Umah Besi kecamatan gajah putih,, tenge besi kecamatan pintu rime Gayo,dan Kem Bur Pase kecamatan Permata , sementara satu unit lainnya difokuskan untuk membuka akses di kawasan Wih Kulus, Wih Porak, hingga Kilometer 60 di kecamatan Pintu rime gayo.

Selain itu, upaya tersebut turut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui bantuan 980 liter bahan bakar minyak, serta dukungan dari ibu Darwati selakuAnggota DPD Aceh berupa bantuan dana sebesar Rp 10.000.000 dan juga bantuan minyak swadaya masyarakat kecamatan Gajah Putih yang di motori oleh Jhoni Suryawan beserta rekan-rekan yang lain, guna mendukung operasional di lapangan.

“Alat berat ini kami kerahkan sejak 27 November 2025 hingga 24 Desember 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Akses jalan adalah kebutuhan utama warga, apalagi di tengah kondisi bencana. Banyak masyarakat sangat bergantung pada jalur ini untuk mencari bahan kebutuhan pokok ke luar wilayah Bener Meriah,” ujar Edi Zulkifli, Kamis, (08/01/2026)

Edi menegaskan bahwa keterbukaan akses jalan merupakan faktor penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat, terutama di daerah-daerah yang sempat terisolasi akibat bencana.

Warga setempat menyambut baik langkah tersebut karena sangat membantu kelancaran distribusi sembako, mobilitas masyarakat, serta mempercepat proses normalisasi kehidupan pascabencana.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memperlihatkan peran aktif anggota legislatif dalam menjawab kebutuhan langsung warga di lapangan.(***)