Bener Meriah-investigatornews id- Rangkaian gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Bener Meriah pada Selasa malam, 30 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Getaran yang cukup kuat membuat sejumlah warga keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Menanggapi situasi tersebut, Pelaksana Pos Pemantau Gunung Api Burni Telong, Suwardi Putra, menegaskan bahwa gempa yang terjadi bukan merupakan gempa vulkanik, melainkan gempa tektonik.
“Gempa yang terjadi barusan merupakan gempa tektonik, bukan gempa vulkanik. Untuk aktivitas Gunung Burni Telong saat ini masih terus kami pantau untuk memastikan apakah ada perubahan signifikan atau tidak. Apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kami dari pos pemantau akan segera menginformasikan kepada masyarakat,” jelas Suwardi saat diwawancarai melalui sambungan telepon sesaat setelah kejadian.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi Gunung Burni Telong masih dalam status aman. Tidak terpantau adanya aktivitas peningkatan, seperti keluarnya asap, suara gemuruh, maupun gejala vulkanik lainnya.
“Gunung Burni Telong masih aman. Tidak ada asap yang muncul di puncak dan tidak ditemukan tanda-tanda aktivitas mencurigakan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, cermat dalam menerima informasi, dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu kebenarannya,” tambahnya.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan masyarakat. Warga diminta tetap waspada, namun tidak panik, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait.
Rilis ini disampaikan berdasarkan informasi resmi yang diperoleh dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah.(***)
