Sebulan Pasca Bencana, 70 Desa di Aceh Tengah Masih Gelap dan Terisolasi- Wabup Minta DPR RI Turun Tangan

Aceh Tengah -investigatornews.id-Sudah hampir satu bulan pasca bencana banjir bandang dan longsor, kondisi pemulihan di Kabupaten Aceh Tengah masih jauh dari kata normal. Sebanyak 70 desa di enam kecamatan belum teraliri listrik dan telekomunikasi, sementara ribuan warga masih bertahan sebagai pengungsi dalam kondisi penuh keterbatasan.

Kondisi tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama kementerian/lembaga terkait dan kepala daerah terdampak bencana, Selasa (30/12/2025).

Dalam pemaparannya di hadapan pimpinan DPR RI dan perwakilan K/L, Muchsin Hasan mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat enam kecamatan dan 70 desa yang belum mendapatkan akses listrik dan jaringan telekomunikasi.

“Terkait listrik dan sinyal HP, sampai hari ini masih ada enam kecamatan dengan 70 desa yang belum teraliri listrik dan belum memiliki akses komunikasi,” ujar Muchsin.

Ia menambahkan, satu kecamatan masih dalam kondisi terisolasi penuh, yakni Kecamatan Rusip Antara yang mencakup 37 desa. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 18.769 jiwa.

Selain itu, dampak kerusakan permukiman juga sangat masif. Sebanyak 4.426 unit rumah mengalami kerusakan, dan 2.379 rumah dinyatakan hilang atau tidak dapat dihuni lagi karena sebagian besar lokasi permukiman sudah tidak memiliki tanah yang layak akibat tergerus aliran sungai.

“Ada rumah yang memang harus direlokasi karena tanahnya sudah tidak ada lagi. Ada juga yang tanahnya masih ada, tapi masyarakat enggan kembali karena berada di bawah ancaman longsor,” jelasnya.

Sektor infrastruktur juga mengalami kehancuran serius. Tercatat 179 titik jembatan rusak dan hilang, serta 130 jaringan irigasi terdampak. Beberapa wilayah masih terputus total, terutama di Kecamatan Linge, di mana lima desa hingga kini belum memiliki akses jembatan.

Wilayah lain yang terdampak parah antara lain Desa Kekuyang dengan lima desa terisolasi, serta Kecamatan Bergang yang mencakup empat desa. Bahkan salah satu kampung di wilayah tersebut merupakan daerah yang sebelumnya pernah terdampak gempa besar dan pernah dikunjungi langsung oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Menutup laporannya, Muchsin Hasan menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah dukungan alat berat untuk membuka akses, membangun kembali infrastruktur, serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.

“Alat berat sangat kami perlukan. Ini menjadi kunci untuk membuka keterisolasian dan mempercepat pemulihan,” tegasnya di hadapan DPR RI.

Rapat koordinasi tersebut menjadi sorotan nasional, mengingat skala kerusakan dan jumlah korban terdampak di Aceh Tengah menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana masih membutuhkan intervensi serius dan terkoordinasi dari pemerintah pusat.

Pemerintah daerah berharap kehadiran langsung DPR RI dan kementerian terkait dapat mempercepat pengambilan kebijakan strategis demi memastikan hak dasar masyarakat korban bencana dapat segera dipulihkan.(***)