SAR Bener Meriah Kerahkan Tiga Unit K-9, Percepat Pencarian 14 Warga Hilang Pasca Banjir Bandang dan Longsor

Bener Meriah – investigatornews.id –
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Tim Search and Rescue (SAR) kembali mengintensifkan pencarian terhadap 14 warga yang dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Dalam upaya mempercepat proses pencarian, tiga unit K-9 (anjing pelacak) resmi dikerahkan oleh tim SAR gabungan setelah pencarian manual dilakukan selama 21 hari tanpa hasil signifikan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) SAR Bener Meriah, Julianto, mengatakan bahwa operasi pencarian terus dilakukan secara maksimal meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan, seperti kondisi medan yang ekstrem, cuaca tidak menentu, serta luasnya area terdampak bencana.

“Kami terus melakukan upaya pencarian dengan segala sumber daya yang ada. Saat ini kami telah mengerahkan tiga unit K-9 untuk membantu melacak keberadaan korban yang masih dinyatakan hilang,” ujar Julianto, Selasa (30/12/2025).

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Bener Meriah, ke-14 warga yang hilang tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu:
7 orang di Kecamatan Pintu Rime Gayo,
3 orang di Kecamatan Wih Pesam,
2 orang di Kecamatan Gajah Putih, dan
2 orang di Kecamatan Bandar.

Selama dua hari terakhir, operasi pencarian dengan bantuan unit K-9 difokuskan di wilayah Kampung Rime Raya KM 60, Dusun Sejahtera, Kabupaten Bener Meriah, serta sejumlah titik di wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang diduga menjadi jalur hanyutan material longsor.

“Penggunaan anjing pelacak bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pencarian, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau secara manual. Namun hingga saat ini, hasil pencarian dengan K-9 masih belum membuahkan temuan,” jelasnya.

Meski belum membuahkan hasil, Julianto menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dihentikan, terutama di lokasi-lokasi yang dilaporkan masyarakat serta di titik-titik yang tercium bau menyengat yang diduga berasal dari material organik tertimbun longsoran.

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berkomitmen melakukan pencarian sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan serta penghormatan terhadap para korban dan keluarga yang masih menunggu kepastian nasib anggota keluarganya.(***)