Meniti Kabel Listrik Demi Beras: Warga Karang Ampar Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Peusangan

Poto :  warga Karang Ampar meniti Kabel Listrik membeli beras dan kebutuhan  lainnya.

 

Aceh Tengah-investigatornews.id-Warga Kampung Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah, terpaksa mempertaruhkan keselamatan jiwa demi memenuhi kebutuhan pokok. Untuk mendapatkan beras dan sembako, mereka harus meniti jembatan darurat dari kabel listrik saat menyeberangi Sungai Peusangan, menyusul rusaknya akses penghubung pascabencana.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan, tidak ada jalur alternatif yang layak dilalui. Jembatan permanen yang menghubungkan kampung tersebut putus akibat terjangan banjir dan longsor. Kondisi ini memaksa warga, termasuk perempuan dan orang tua, melintasi sungai dengan alat seadanya, meski risiko terseret arus atau terjatuh setiap saat mengancam.

 

“Kalau tidak menyeberang, kami tidak makan. Beras dan sembako harus dicari keluar kampung,” ujar seorang warga Karang Ampar dengan nada pasrah.

 

Selain akses yang terputus, kelangkaan bahan pangan di kampung semakin memperparah keadaan. Distribusi bantuan belum menjangkau seluruh warga secara merata, sementara harga kebutuhan pokok di luar kampung terus melonjak. Situasi ini membuat warga tak memiliki pilihan lain selain menempuh jalur berbahaya demi bertahan hidup.

 

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan membangun jembatan darurat yang aman serta memastikan pasokan beras dan sembako masuk ke Karang Ampar. Menurut mereka, kondisi ini bukan hanya soal keterisolasian wilayah, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk hidup aman dan layak.

 

“Kami mampu bertahan, tapi negara juga harus hadir,” tegas warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai langkah konkret penanganan akses dan distribusi logistik ke Kampung Karang Ampar.(***)