Memaknai Sholat Malam ; Jalan Sunyi Menuju Posisi Terpuji

DR. H. Hasan Basri, MA


 

Banda Aceh | Investigstornews.id -Shalat malam (qiyām al-lail), termasuk di –  dalamnya tahajud, witir, dan tarawih, merupakan ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia disebut sebagai ibadah orang-orang saleh, karena dikerjakan saat kebanyakan manusia terlelap, dalam suasana sunyi yang menghadirkan keikhlasan dan kedekatan spiritual yang mendalam dengan Allah Swt.

 

1. Shalat Malam sebagai Perintah dan Anjuran Ilahi

Al-Qur’an secara tegas mengisyaratkan keutamaan shalat malam sebagai sarana penguatan ruhani dan moral seorang mukmin. Allah Swt berfirman:

“Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

(QS. Al-Isrā’ [17]: 79)

Ayat ini menunjukkan bahwa shalat malam bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi jalan menuju maqām maḥmūd—kedudukan terpuji di sisi Allah.

 

2. Ciri Orang Beriman dan Hamba Pilihan

Shalat malam juga digambarkan sebagai karakter utama hamba-hamba Allah yang sejati. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya; mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap.”

(QS. As-Sajdah [32]: 16)

 

Ayat ini menegaskan bahwa shalat malam adalah ekspresi keseimbangan iman: antara rasa takut (khauf) dan harapan (raja’) kepada Allah Swt.

 

3. Teladan Rasulullah ﷺ dalam Shalat Malam

Rasulullah ﷺ adalah teladan utama dalam menghidupkan malam dengan shalat. Bahkan, beliau melakukannya secara konsisten hingga kakinya bengkak. Ketika ditanya alasan beliau bersungguh-sungguh dalam shalat malam, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat malam merupakan manifestasi syukur terdalam seorang hamba atas nikmat Allah.

 

Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

(HR. Muslim)

 

4. Dimensi Spiritual dan Sosial Shalat Malam

Shalat malam bukan hanya berdampak pada ketenangan batin, tetapi juga membentuk kepribadian yang rendah hati, sabar, dan berakhlak mulia. Doa-doa yang dipanjatkan di sepertiga malam terakhir diyakini sebagai waktu paling mustajab, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan…’”

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

Penutup

Memaknai shalat malam berarti memahami bahwa ia adalah ruang dialog paling jujur antara hamba dan Tuhannya. Di saat sunyi, tanpa sorotan manusia, shalat malam melatih keikhlasan, memperkuat iman, dan meneguhkan arah hidup seorang mukmin. Meski hukumnya sunnah, nilai dan dampaknya sangat besar dalam membentuk kedalaman spiritual dan ketangguhan moral seorang Muslim.