Kopi Siap Panen Ludes Diterjang Longsor, Wartawan Abdul Rahman Baru Mengetahui Dua Bulan Kemudian

Aceh Tengah – investigatornews.id-Bencana alam longsor yang melanda wilayah Pulo Sange, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, pada 26 November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi para petani. Salah satunya dialami Abdul Rahman, seorang wartawan sekaligus petani kopi, yang kebun kopinya seluas 1,5 hektare rusak berat akibat diterjang longsor dan banjir bandang.

Kebun kopi yang telah memasuki masa siap panen itu baru diketahui mengalami kerusakan parah setelah Abdul Rahman meninjau langsung lokasi kebunnya pada Sabtu, 17 Januari 2026, di sela hari libur kerjanya. Selama ini, ia tidak menyangka lahan miliknya turut terdampak bencana, lantaran jarang dikunjungi akibat kesibukannya di dunia jurnalistik.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Saya pikir kebun baik-baik saja. Saat saya lihat langsung, kondisinya sudah porak-poranda, tanaman kopi habis diterjang longsor,” ujar Abdul Rahman dengan nada lirih.

Akibat bencana tersebut, ratusan batang kopi yang telah siap dipanen rusak dan tertimbun material longsoran. Kerugian pun tak terelakkan, mengingat kopi tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi keluarganya.

Lebih memprihatinkan, hingga kini kebun milik Abdul Rahman belum masuk dalam data kebun terdampak bencana. Ia mengaku belum ada pendataan dari pihak terkait terhadap lahannya yang rusak berat.

“Sampai sekarang kebun saya belum terdata. Mudah-mudahan belum terlambat. Saya akan segera melapor ke pihak desa agar kebun ini bisa dimasukkan dalam pendataan kebun rusak berat,” jelasnya.

Abdul Rahman berharap pemerintah desa dan instansi terkait dapat segera melakukan verifikasi dan pendataan ulang terhadap kebun-kebun warga yang terdampak longsor, khususnya kebun kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dataran tinggi Gayo.

Peristiwa ini menjadi potret nyata bahwa dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur dan pemukiman, tetapi juga menghantam sektor pertanian rakyat, bahkan menimpa insan pers yang selama ini berdiri di garis depan menyuarakan kepentingan publik.(***)