Poto : Hanafiah Anggota DPRK Aceh Tengah saat berada di jalur KKA ( Minggu 6/12/2025) Gubernur Aceh Harus Turun Tangan
Takengon| Investigator. News – Seandainya Bapak Gubernur Aceh Muzakir Manaf mau dengan serius tangani ruas jalan Anternarif Eks KKA- tembus Bener Meriah, maka rakyat wilayah tengah tidak akan menderita seperti saat ini.
Malah Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, SE, pada saat ditanya wartawan ketika turun ke Takengon, menyatakan dalam 3 atau 4 hari, ruas tersebut sudah menjadi skala prioritas untuk dihembuskan,
” Saya sudah berbicara langsung dengan kedua Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah, dan mereka menyatakan akses tercepat ke Bener Meriah adalah jalan Eks. KKA- menuju Aceh Utara, maka jalan itu yang terlebih dahulu diperbaiki, baru jalan Nasional takengon- Bireun, karena memerlukan waktu ” terang Wagub.
Namun hingga memasuki hari ke 13 bencana Hidrometrologi ( Bencana Banjir dan Longsor) ini, salah satu anggota DPRK dari Praksi Golkar kecewa, kepada Pemerintah Aceh karena belum tersentuhnya perbaikan ruas tersebut.
Saat dia meninjau kelapangan, Minggu (6/12/2025) kemaren, rasanya ingin menangis ketika saya melihat kondisi ril dimana alat berat kehabisan stok BBM, sementara dari batuan dari Lhokseumawe atau Aceh Utara belum juga tiba, dimana orang- orang hilir mudik harus jalan kaki dengan menempuh rute 5- 6 km, diatas lumpur dan jalan setapak yang curam, sedikit saja tidak waspada dapat terjungkar kedalam jurang.
Belum lagi, banyaknya pungli – pungli lia seolah – olah tiada pri kemanusiaan lagi, tidak ada rasa tolong menolong lagi, mereka menekan siapa saja yang melewati ruas jalan tersebut.
Fenomena ini harus segera dihentikan dan dicari solusinya oleh pemerintah yang berkuasa, jangan menelan rakyat yang sudah sengsara, jelas Hanafia
Dalam kontek ini, kepada Bapak Gubernur dan Bapak Bupati Bener Meriah dan Aceh Tengah, segera maksimalkan potensi yang ada didaerah, jangan sengsarakan masyarakat,
” Masyarakat tidak perlu bantuan kecuali yang terdampak, mereka sanggup menata kehidupannya sendiri asalkan jalur transportasi dapat terakses ” Katanya.
Hanafiah menambahkan terganggunya jalur KKA bukan sekadar persoalan transportasi, tetapi berdampak luas terhadap perekonomian, pasokan bahan pangan, kebutuhan medis, hingga aktivitas harian ribuan warga yang menggantungkan hidup di jalur tersebut.
Ia berharap Pemerintah Aceh benar-benar hadir dengan tindakan, bukan sekadar pernyataan.
“Ini situasi darurat. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan. Kami tidak ingin janji tinggal janji,” tambahnya.
Saat ini masyarakat berharap penanganan lebih cepat agar jalur yang menjadi urat nadi dua kabupaten ini kembali normal dan aman dilalui.
“Supaya Aceh Tengah – Bener Meriah tidak menjadi daerah terisolir,” pungkasnya. ( Man)
