Poto : Angga Bidang Advokasi dan Politik GMNI Aceh Tengah
Takengon | Investogator. news. Id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tengah menyoroti tajam kondisi kelangkaan gas elpiji 3 kg yang kian memprihatinkan di Kabupaten Aceh Tengah.
Minimnya realisasi pendistribusian di lapangan kini tidak hanya menyebabkan kesulitan ekonomi, tetapi telah memicu kericuhan dan perkelahian fisik antar warga saat mengantre .
Kejadian memilukan dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan di Aceh Tengah, di mana warga yang telah mengantre sejak subuh terlibat adu mulut hingga kontak fisik akibat berebut stok gas yang sangat terbatas.
Angga Bidang Advokasi dan Politik GMNI Aceh Tengah, menyatakan bahwa insiden ini adalah dampak nyata dari kegagalan pengawasan distribusi energi di daerah.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya perkelahian antar warga di lapangan. Ini adalah konflik horizontal yang seharusnya tidak perlu terjadi jika realisasi dan distribusi gas subsidi dilakukan dengan transparan dan tepat sasaran. Rakyat dipaksa berbenturan hanya untuk mendapatkan hak dasarnya,” tegas Angga dalam keterangannya, Selasa 23 Desember 2025.
Tuntutan GMNI Aceh Tengah
Bidang Advokasi dan Politik GMNI Aceh Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah strategis
1. Audit Realisasi Kuota
GMNI meminta data transparan mengenai jumlah realisasi gas yang masuk ke Aceh Tengah dibandingkan dengan kuota yang seharusnya. Ada indikasi ketidaksesuaian antara data dengan ketersediaan gas yang datang.
2. Evaluasi Total
Angga menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap oknum yang diduga bermain dengan pihak ketiga.
3. Operasi Darurat
Mendesak APH Aceh Tengah untuk menjaga ketertiban secara intens saat realisasi Gas.
“Jangan tunggu jatuh korban lebih banyak atau kerusuhan yang lebih besar baru pemerintah bertindak. Bidang Advokasi GMNI akan terus mengawal isu ini hingga distribusi gas di Aceh Tengah kembali normal dan berkeadilan bagi masyarakat ” pungkas Angga.
GMNI Aceh Tengah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi di lokasi antrean, sembari mendesak pemerintah memberikan solusi permanen, bukan sekadar janji manis.
Menanggapi soal Gas Elpiji 3 kg, Sekretaris daerah Aceh Tengah, saat dikonfirmasi mengatakan dalam kondisi ini, semua pihak diharap bersabar, karena Gas LPJ 3 kg yang di Droup oleh pemerintah daerah, terbatas karena saya angkut mobil yang disediakan, cuma 12, truk sekali jalan, dan sudah kita distribusikan kemasyarakat, ucapnya.
” Jika ada kekeliruan dilapangan, pihak kami akan mencari solusi bagi yang belum dapat, memang dengan keterbatasan jumlah tabung Gas tersebut, sehingga ada yang tidak dapat, kedepan, kita akan lakukan evaluasi lagi agar gas diperoleh secara merata, gas kita masih banyak di Pertamina Lhokseumawe, terangnya, sembari menyatakan bahwa pendistribusian itu terus dilakukan sampai akses jalan normal kembali, dan kita akan evaluasi, terhadap penyaluran hari ini” tutupnya.
Sementara itu, peyaluran Gas elpiji 3 kg di Kecamatan Pegasing banyak warga yang sengaja hadir kekantor camat, sehingga memadati jalan raya, akibatnya jalan tidak dapat dilalui, seyongyanya pemerintajh daerah menyiapkan perangkat lainnya, seperti dari pihak petugas perhubungan, sehingga arus jalan di tidak macet dan dapat mengganggu pengguna jalan tersebut, ( ***)
