Dimana Bupati dan Pemerintah Aceh Tengah? Ketika Inflasi terus Meningkat

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah Saparuda (Foto dok/ist)
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah Saparuda (Foto dok/ist)

Takengon | Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah Saparuda Pertanyakan keberadaan bupati dan peran pemerintah daerah ketika “Inflasi” Terus meningkat di tanah gayo.

Menurut Saparuda Ketua GMNI Aceh Tengah “Inflasi” Merupakan sebuah kata singkat yang banyak menjatuhkan suatu rezim, seperti Orde Lama di bawah pimpinan Soekarno ia jatuh karena ekonomi dihantam “inflasi”, begitu juga di masa Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia juga porak poranda karena ekonomi dihancurkan oleh “inflasi”

“Mendagri selalu mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi di daerah dengan mengendalikan Inflasi, sebab jikab”Inflasi” yang terus meningkat di daerah ini dapat memepengaruhi angka inflasi secara nasional.”Ucap Saparuda Senin (17/11/2025)

Dengan nada prihatin Saparuda juga mengatakan “Inilah yang banyak tidak diketahui oleh masyarakat kecil seperti kita yang hidup di Aceh Tengah” mengapa uang yang kita cari dengan susah payah tidak ada nilainya ketika dibelanjakan, mengapa harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi, mengapa biaya jasa yang harus ditanggung masyarakat kecil juga tinggi, mengapa daya beli kita menjadi turun dan sangat lemah.

Ia juga mengatakan Semua realitas “Dampak Dari Inflasi” diatas hanya bisa dikeluhkan oleh masyarakat kecil seperti kita, yang merasakan langsung imbas dari inflasi yang terus meningkat.

“selanjutnya muncul pertanyaan dimanakah keberadaan Bupati yang harusnya mengayomi?? dimanakah wakil rakyat kita yang seharusnya mendengar keluh kesah rakyatnya?? dimana peran pemerintah daerah ketika rakyatnya sulit untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutup Saparuda.