Aceh Tengah- investigatornews.id- Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Tengah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi dengan menyalurkan bantuan dana untuk pembersihan rumah warga yang terkena dampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Tengah, Majid, SE,M.A.P menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya lembaga pengelola zakat daerah untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana alam.
“Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kategori kerusakan yang dialami warga,” kata Majid kepada wartawan, Kamis (12/03/2026).
Menurutnya, terdapat beberapa kategori penerima bantuan, mulai dari rumah dengan kerusakan berat, kerusakan sedang, hingga kerusakan ringan. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada rumah yang kemasukan lumpur serta rumah yang terdampak material kayu gelondongan akibat arus banjir.
Majid SE,M.A.P menjelaskan, proses pendataan penerima bantuan dilakukan melalui mekanisme koordinasi lintas sektor agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran serta meminimalisir potensi kesalahan data.
“Data awal diajukan oleh pemerintah kampung atau desa setempat. Setelah itu, data tersebut diverifikasi dan diketahui oleh unsur pimpinan di tingkat kecamatan, pihak camat, Danramil, Kapolsek,” jelasnya.
Selain itu, setiap pengajuan bantuan juga dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti foto kondisi rumah terdampak, kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk penerima bantuan. Dokumen tersebut menjadi bagian dari proses administrasi sebelum bantuan disalurkan oleh BMK Aceh Tengah.
Majid.SE,M.A.P menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan proses penyaluran bantuan secara akuntabel, pendataan dilakukan pihak desa yang diketahui dan direkomendasi oleh pihak camat.
Setelah data diterima oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah, tim internal kemudian melakukan verifikasi lanjutan guna memastikan kelayakan penerima bantuan. Majid menyebutkan bahwa hingga menjelang meugang Ramadan lalu, proses pendataan korban bencana telah mencapai sekitar 80 persen.”ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BMK Aceh Tengah terus berupaya menjalin koordinasi dengan berbagai pihak guna memperluas dukungan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Selain bantuan yang bersumber dari Baitul Mal Kabupaten, kami juga berupaya membuka peluang bantuan dari pihak lain, termasuk dari Baitul Mal Aceh,” katanya.
Majid SE,M.A.P menegaskan bahwa keberadaan Baitul Mal pada prinsipnya adalah untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi kesulitan, termasuk akibat bencana alam.
“Dana yang dikelola Baitul Mal berasal dari para muzaki dan disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerima. Oleh karena itu, kami berupaya agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana juga terus diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Baru-baru ini, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga bersama Komisioner Baitul Mal dan Kepala Sekretariat BMK melakukan pertemuan dengan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (09/03/2026) tersebut, Bupati Haili Yoga menyampaikan sejumlah usulan program guna membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Tengah.
“Kami terus berupaya mencari berbagai solusi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana agar perekonomian mereka dapat kembali pulih,” kata Haili Yoga dalam pertemuan tersebut.
Beberapa program yang diusulkan antara lain pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin korban bencana, program beasiswa bagi santri dari keluarga terdampak, serta beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban bencana melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan dukungan terhadap penguatan lembaga pendidikan Islam berbasis Baitul Mal, program Kampung Qurani, serta pembinaan imam rawatib di masjid-masjid di Aceh Tengah.
Menanggapi usulan tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam memperjuangkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Terima kasih atas penyampaian berbagai usulan program ini. Kami akan mempelajari dan mempertimbangkannya lebih lanjut. Kami juga membuka peluang penggalangan donasi khusus yang dapat didukung dengan dokumentasi foto dan video untuk kebutuhan kampanye kemanusiaan,” ujar Noor Achmad.
Upaya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, serta berbagai pihak lainnya diharapkan dapat bersama-sama mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tengah yang terdampak bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir.(***)
