Bener Meriah-investigatornews.id-Aliran Sungai Totor Gile di Km 80 Kampung Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, dilaporkan meluap secara tiba-tiba pada Kamis sore (8/1/2026). Air bah datang mendadak dari arah hulu disertai material kayu gelondongan, memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi.
Menurut pantauan di lapangan, ketinggian air mencapai sekitar 2 hingga 3 meter dengan arus yang sangat deras. Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada dinding sungai maupun bangunan di sekitarnya.
Yang menarik perhatian warga, hingga air mulai surut menjelang petang, kedua sisi dinding sungai tetap utuh dan kokoh. Struktur pengaman berupa bangunan bronjong yang terpasang di sepanjang tebing sungai terbukti mampu menahan terjangan air dan material kayu tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.
“Kami benar-benar tak menyangka. Air datang besar dan deras sekali, tapi dinding sungai tidak tergerus sama sekali. Bronjongnya sangat kuat,” ujar salah seorang warga setempat.
Sejak sore hari, puluhan warga memadati area sungai yang berada tak jauh dari Cafe Arador, menyaksikan langsung peristiwa tersebut hingga air berangsur surut. Lokasi sungai ini diketahui berbatasan langsung dengan Cafe Arador milik salah satu anggota DPRK Bener Meriah, serta berdekatan dengan masjid dan sejumlah rumah warga.
Warga menilai, keberadaan bronjong di kawasan tersebut telah menyelamatkan lingkungan sekitar dari potensi kerusakan serius.
“Kalau di sungai lain, air sebesar ini biasanya sudah menghancurkan dinding sungai. Tapi di sini tidak satu pun yang rusak,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi sungai telah kembali normal. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur pengendali sungai yang tepat dan berkualitas sangat berperan penting dalam melindungi pemukiman warga dari ancaman banjir dan erosi.(***)
