Aceh Tengah – investigatornews.id– Banjir bandang disertai longsor yang menerjang wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Rabu, 26 November 2025, menyebabkan kehancuran besar di sejumlah kampung. Empat kampung terdampak paling parah, yakni Kampung Reje Payung, Kampung Jamat, Delung Sekinel, dan Kute Reje.
Berdasarkan laporan lapangan yang dihimpun dari relawan masyarakat, tercatat sedikitnya 118 unit rumah warga rata dengan tanah, dengan rincian:
Kampung Jamat: 18 rumah
Kampung Reje Payung: 21 rumah
Delung Sekinel: 14 unit
Kute Reje: 65 unit
“Semua warga saat ini mengungsi di bangunan SMA Delung Sekinel di wilayah itu,” ujar Genap, salah seorang relawan masyarakat di lokasi bencana.
Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu sejak siang hari memicu air bah bercampur lumpur, bebatuan, dan material longsoran meluncur dari perbukitan menuju permukiman. Arus deras datang secara tiba-tiba dan menghantam rumah-rumah warga, membuat sebagian bangunan hilang tersapu banjir dan tertimbun lumpur tebal.
Saat peristiwa terjadi, warga berhamburan menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi dan aman. Berkat kesigapan masyarakat, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian material dilaporkan sangat besar.
Pantauan di lapangan menunjukkan akses jalan antar-kampung terputus, sejumlah titik tertimbun longsor, dan aktivitas warga lumpuh total. Para pengungsi saat ini menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan bayi dan lansia.
Warga dan relawan berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat segera turun tangan memberikan bantuan darurat, membuka kembali akses transportasi, serta melakukan penanganan dan pemulihan pascabencana secara menyeluruh.
Bencana ini menjadi peringatan serius akan tingginya risiko banjir bandang dan longsor di kawasan pegunungan Aceh Tengah, terutama di tengah meningkatnya intensitas hujan ekstrem sepanjang tahun 2025.(***).
