72 Hari Berlalu, Jembatan Darurat Tak Kunjung Dibangun: Petugas PLN dan Warga Gotong Royong Pikulkan Tiang Listrik Lewat Sungai Kala Ili

Aceh Tengah-investigatornews.id- Keterbatasan akses pasca bencana hidrometeorologi di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kembali menjadi sorotan publik. Hingga lebih dari dua bulan pascabencana, pemerintah daerah belum juga membangun jembatan darurat yang dapat dilalui kendaraan roda empat.

Akibatnya, proses pemulihan infrastruktur dasar, termasuk kelistrikan, mengalami hambatan serius. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, petugas PLN bersama warga setempat dan Babinsa terpaksa bergotong royong memikul tiang listrik melalui jalur Sungai Kala Ili, karena tidak adanya akses jalan untuk kendaraan pengangkut.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap empat desa di wilayah tersebut yang hingga kini belum kembali dialiri arus listrik, sementara total terdapat lima desa terdampak akibat terputusnya akses penghubung pascabencana.

Menurut Satria Darmawan Relawan Pemuda Gayo yang aktif mengawal isu kebencanaan, keterlambatan pembangunan jembatan darurat menjadi faktor utama terhambatnya pemulihan layanan publik.

“Sudah lebih dari dua bulan pascabencana. Tidak adanya jembatan darurat roda empat sangat berdampak pada pemulihan listrik dan aktivitas warga. PLN sudah berupaya maksimal, bahkan harus memikul tiang listrik secara manual. Ini menunjukkan kondisi darurat yang masih dialami masyarakat,” ujar Satria, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, setelah tiang listrik dan mobil crane berhasil diseberangkan sehari sebelumnya, pada Minggu, 8 Februari 2026, pihak PLN mulai melakukan perbaikan tiang dan jaringan kabel yang rusak akibat bencana. Namun, proses tersebut dinilai berjalan tidak optimal karena keterbatasan akses.

Satria menambahkan, lambannya pembangunan jembatan darurat juga berpotensi menghambat sektor lain seperti distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi warga.(***)